Fan Fiction... YunJae's Family... Part 16
Saat sedang menyetir, Jaejoong merasa mobilnya mengalami masalah.. Iapun segera meminggirkan mobilnya, tiba-tiba mesin mobilnya mati.. Jaejoong terus mencoba menstarter mobilnya, tapi hasilnya nihil.. Mesin mobilnya tidak bisa dihidupkan lagi..
"Sial, kenapa mobilku harus mogok..", Jaejoong memperhatikan keadaan sekitarnya.. Tidak ada orang, dan sedikit sekali kendaraan yang lewat.. Ada yang lewatpun tidak perduli, atau lebih tepatnya tidak tau kalau ada mobil yang mogok..
"Mengapa saat mobilku mogok jalan ini sepi sekali, tidak seperti biasanya..", kata Jaejoong terlihat kesal..
Akhirnya Jaejoong memutuskan keluar dari mobil dan memeriksa mesinnya..
"Oh no, percuma! Aku mana ngerti mesin.. My God please sent someone to help me!", pinta Jaejoong..
Jaejoong akhirnya memutuskan untuk menelepon Yunho..
"Bunny, mobilku mogok.. Sial sekali..", beritahu Jaejoong sesaat setelah Yunho mengangkat teleponnya..
"Kan aku sudah bilang honey.. Mobilmu belum ku service.."
"Aku lupa bunny.. Jangan kau salahkan aku.."
"Siapa yang menyalahkan? Aku tidak menyalahkanmu honey.. Hanya mengingatkan.."
"Nada bicaramu seperti menyalahkanku bun.."
"Iya aku minta maaf my honey.. Ya sudah kamu dimana sekarang? Aku kesana..", tanya Yunho..
"Di depan gereja *******, gereja yang dekat rumah Hyeon Bin.. Kau tau kan?"
"Iya aku tau.. Kau tunggu aku ya.. Aku segera sampai.."
"Cepat ya bun!", Jaejoong menutup ponselnya dan duduk di atas cup mobilnya dengan wajah yang lesu dan terlihat kesal.. Tak lama ada sebuah mobil berhenti di depannya.. Dan seorang pria turun dari mobil itu..
"Mobilmu bermasalah?", tanya pria itu..
"Kalau iyapun, tidak ada urusannya denganmu..", Jaejoong berkata dengan nada yang sangat sinis..
"Aku hanya ingin membantu, kulihat dari jauh kau seperti kebingungan.."
"Aku tidak butuh apapun darimu, pergilah!", usir Jaejoong dengan ketus..
"Kau masih marah padaku tentang kejadian itu? Maafkan aku.. Aku sungguh tidak bermaksud berbuat itu padamu.."
"Aku bilang pergi.. Aku tidak butuh bantuanmu.. Atau permintaan maafmu.. Kau dengar kan Yoo Chun! Apa aku harus teriak?", Jaejoong menahan amarahnya pada pria itu yang tak lain adalah Yoo Chun.. Tapi Yoo Chun tetap tidak beranjak dari tempatnya..
"Jaejoong.. Ku kira kau sudah melupakan kejadian itu.. Sungguh bukan maksudku.. Aku mabuk saat itu, aku tidak sadar.."
"Apaa? Melupakan? Mudah sekali kau berkata seperti itu.. Kau ini memang orang yang tidak punya perasaan.. Kalau saja kau bukan suami kak Junsu.. Ingin sekali aku membunuhmu kemarin..", Jaejoong menitikan air mata dalam kemarahannya..
"Sungguh aku tidak bermaksud.. Aku mencintaimu Joong.. Tidak mungkin aku berniat berbuat seperti itu padamu.."
"Kau sadar tidak apa yang kau katakan? Saat itu kau telah membuat hidupku hancur.. Setengah hidupku mati dalam sekejap.. Kau tau apa yang kuinginkan saat itu? Aku ingin segera mengakhiri seluruh hidupku.. Mana pernah kau memikirkan sejauh itu.. Dan kau bilang kau mencintaiku? Itu alasanmu? Pergi tanpa kabar, tanpa kata maaf, tanpa tau keadaanku.. Lalu apa? Kau mencintaiku? Itu yang kau bilang mencintaiku? Pergi disaat kau telah melakukan kesalahan yang besar padaku.. Seperti pengecut yang melarikan diri dari tanggung jawab.. Aku sungguh menyesal pernah bertemu denganmu.. Dan yang lebih menyesalkanku, mengapa dengan bodohnya aku mau saja meninggalkan Hyun Joong hanya karena orang sepertimu.. Seharusnya dari awal aku sudah tau, kalau kau orang yang tidak pernah memikirkan perasaan orang lain.. Sekarang aku minta kau pergi dari sini.."
"Tolong jangan kau katakan itu.. Terdengar begitu menyakitkan kata-kata itu keluar dari mulutmu.."
"Perbuatanmu lebih menyakitkanku.. Kau tau itu? Haah.. Mana mungkin kau mengerti.."
"Joong, aku pergi karena aku mencintaimu.. Karena kesalahan itu.. Aku menyesal, dan ku putuskan pergi dari hidupmu..", Yoo Chun membeberkan alasan kepergianny pada Jaejoong namun Jaejoong tidak dapat menerimanya..
"Lalu kenapa sekarang kau kembali? Aku lebih baik tidak pernah bertemu kau lagi.."
"Karena aku mencintaimu! Sampai sekarang aku masih mencintaimu.. Sampai kapanpun aku akan terus mencintaimu.."
Jaejoong terdiam mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Yoo Chun.. "Dihatiku hanya ada kau.. Sampai kapanpun..", Yoo Chun menyentuh wajah Jaejoong dan mengarahkan pandangan Jaejoong padanya.. Dua pasang mata saling bertatap begitu dalam.. Jaejoong tetap diam.. Entah mengapa kata-kata Yoo Chun membekukan bibirnya dan pikirannya.. Sangat lama mereka bertatapan, dan sangat lama pula keheningan itu berlangsung.. Sampai bibir Yoo Chun mendarat di bibir Jaejoong.. Namun ciuman itu malah menambah kebekuan Jaejoong, seakan waktu berhenti saat itu juga, dan darah tak lagi mengaliri tubuhnya.. Jaejoong mengambil nafasnya sangat dalam, begitupun seterusnya..
"Kau rasakan itu? Cintaku..", Yoo Chun berkata seakan perbuatannya benar.. Jaejoongpun tersadar dari kebekuannya, ia langsung menampar Yoo Chun..
Plaaaaakkkk..
"Begitukah menurutmu? Itu sangat memalukan..", Jaejoong begitu geram akan Yoo Chun..
Tak lama Yunho datang, ia langsung memakirkan mobilnya..Yunho yang melihat Yoo Chun.. Langsung menghajar Yoo Chun..
"Jangan kau coba dekati istriku lagi.. Dengar itu..", Yunho terdengar sangat marah.. Ia menarik Jaejoong masuk ke dalam mobilnya.. Lalu ia mengambil tas Jaejoong dan mengunci pintu mobil Jaejoong..
Yunhopun langsung melajukan mobilnya, membiarkan mobil Jaejoong di pinggir jalan dan meninggalkan Yoo Chun tergeletak di tanah dengan darah di ujung bibirnya akibat pukulan Yunho..
Fan Fiction... YunJae's Family... Part 17
Di dalam mobil Yunho masih menampakan amarahnya yang sedang meluap-meluap, terlihat dari wajahnya dan cara ia mengemudikan mobil..
"Bunny.. Berhenti.. Pinggirkan mobilnya!", Jaejoong tiba-tiba sedikit berteriak pada Yunho.. Dan saat itu juga Yunho menginjak rem dengan mendadak..
"Bunny, kau membuatku gila.. Pinggirkan mobilmu, kau menghalangi jalan..", jantung Jaejoong seakan berhenti di tempat, karena Yunho mendadak mengerem.. Yunho langsung meminggirkan mobilnya, tanpa berkata apapun..
"Tenangkan dirimu, baru kau menyetir lagi.. Kau menyetir seperti orang tidak tau aturan bunny.. Hampir saja kau membunuhku.."
Cukup lama sampai Yunho dapat menenangkan dirinya, Yunho meminta maaf.. "Maaf honey.. Aku sedang tidak bisa mengontrol emosiku.."
"Kau sangat kasar padaku tadi.."
"Iya aku tau.. Mau memaafkanku?", Yunho mengangkat kelingking kanannya sebagai tanda permintaan maafnya dengan memasang tampang memelas.. Jaejoong menggelengkan kepalanya..
"Kau ini, apa susahnya memaafkanku.. Aku kan tidak bermaksud kasar padamu.. Kau seharusnya mengerti sikapku tadi..", Yunho berbalik kesal pada Jaejoong..
"Cukup! Kau cerewet sekali.. Aku tidak suka melihat pria yang cerewet..", Jaejoong mencandai Yunho.. "Seharusnya kan aku yang marah, tapi mengapa jadi dia yang cerewet seperti ini..", Jaejoong berkata pada dirinya sendiri dengan nada yang pelan, ia berniat menyindir Yunho.. Yunhopun bertambah kesal mendengar kata-kata Jaejoong..
"Terserah kaulah..", dengan tampang jengkel..
Tiba-tiba Jaejoong memeluk Yunho.. Dan membisikan sesuatu di telinga Yunho..
"Ternyata suamiku ini seperti anak kecil saja.. Terlalu cerewet dan cepat marah.. Sayangnya aku begitu mencintainya.. Sial..", bisik Jaejoong..
Yunho tersenyum senang mendengar perkataan Jaejoong..
"Ya itu salahmu sendiri.."
"Salahku?", Jaejoong tidak mengerti perkataan Yunho dan ia langsung melepaskan pelukannya dan mengecilkan matanya tanda ia tidak senang akan ucapan Yunho..
"Iya salahmu, mengapa begitu mencintaiku.. Aku kan tidak menyuruhmu.."
"Siapa bilang aku mencintaimu? Kau ini percaya diri sekali.."
"Lalu siapa yang kau maksud?", Yunho penasaran..
"Suamiku.. Aku begitu mencintainya bukan mencintaimu..", Jaejoong tersenyum tanpa dosa..
"Aah kau ini.. Itu sama saja.. Aku kan suamimu..", Yunho mengacak-acak rambut Jaejoong..
"Kau ini senang sekali mengacak-acak rambutku.. Dasar..", kesal Jaejoong sambil merapihkan rambutnya..
"Kau marah? Sebenarnya kau yang lebih seperti anak kecil..", Yunho tersenyum puas melihat Jaejoong kesal..
Jaejoong keluar dari mobil.. Yunho heran melihat tingkah istrinya.. Jaejoong menuju ke arahnya dan menyuruh Yunho membuka pintu..
"Pindah.. Biar aku yang menyetir..", Yunhopun pindah posisi duduk.. Dan posisi mengemudi diambil alih Jaejoong..
Jaejoong melajukan mobilnya, dan Yunho tetap heran melihat tingkah istrinya..
"Kau ini kenapa seh?", tanya Yunho..
"Aku tidak mau mati ditanganmu.."
"Hahahahaha, dasar kau..", Yunho tertawa mendengar jawaban Jaejoong..
"Bunny tadi kau sangat hebat.. Aku senang kau memukulnya.."
"Ku kira kau tidak suka aku berbuat kasar seperti itu pada orang lain.."
"Pengecualian untuk Yoo Chun.. Kau pukuli dia sampai habispun aku setuju.. Hahahaha.. Bunny, aku sangat suka kata-katamu pada Yoo Chun.. Kau mengadaptasi serial televisi ya?"
"Kata-kata? Yang jangan kau coba dekati istriku lagi?", Jaejoong mengangguk.. "Ah kau ini, dasar korban serial televisi.."
"Biar.. Tapi kau sangat keren tadi bun.. Sungguh, like hero.."
"Aku sudah tau itu..", Yunho begitu percaya diri..
"Menyesal aku memujimu.."
"Tadi itu, entah mengapa ketika melihat Yoo Chun emosiku langsung naik.. Rasanya ingin sekali aku membunuhnya.."
"Itu wajar, siapapun akan geram kalau tau Yoo Chun seperti itu.. Apalagi kau.. Kenapa tadi tidak kau bunuh saja dia?"
"Karena kau.. Memangnya kau siap menjadi istri seorang pembunuh..", Yunho mencandai istrinya..
"Tidak, dan jangan sampai.. Aku menarik kata-kataku.."
"Hahahaha, kau memang aneh.."
"Tapi bisa memikat hatimu kan?"
"Hiuuhh, Kau ini.. Tapi aku heran, mengapa kau bisa bersama Yoo Chun tadi?"
"Dia melihat mobilku mogok.. Lalu menawarkan bantuan.."
"Lalu kau meladeninya?"
"Kalau aku marah-marah padanya itu dibilang meladeninya atau tidak?",, "Aku sangat kesal padanya, tingkahnya seperti yang tidak terjadi apa-apa.. Dia menganggap itu hanya kesalahan kecil.. Dia begitu tidak punya perasaan.. Dia bilang dia mabuk saat itu, dan menyuruhku untuk memaafkannya.. Dia pikir aku sudah gila.. Tadi aku menamparnya..", Jaejoong bercerita dengan amarah yang meluap-luap..
"Pasti itu sakit sekali.. Seharusnya kau bukan hanya menamparnya.. Tapi membuat dia babak belur.. Pasti itu menyenangkan.."
"Sebenarnya itu yang ingin kulakukan.. Aku menyesal tidak melakukannya..", Jaejoong kesal, ia melampiaskannya dengan memukuli setir mobil..
"Honey, kau sekarang yang sedang marah.. Tidak baik kau menyetir dalam keadaan marah.. Berhentikan mobil ini, biar aku yang menyetir.."
Jaejoong meminggirkan mobilnya, dan kembali bertukar posisi..
"Jangan kau sakiti dirimu.. Itu tidak akan menyelesaikan masalah.."
"Maaf, aku terlalu kesal.."
"Tapi aku senang kau kuat menghadapinya.."
Jaejoongpun tersenyum lalu mencium pipi Yunho..
"Hey, aku sedang menyetir.. Kau ini.."
Jaejoopun hanya tersipu malu..
Fan Fiction... YunJae's Family... Part 18
"Bunny perutku mual..", eluh Jaejoong yang baru keluar dari kamar mandi sambil memegangi perutnya yang sedang tidak bersahabat.. Sudah tiga kali ia muntah-muntah..
"Kau sakit honey?", tanya Yunho..
"Entahlah, sejak tadi pagi aku muntah-muntah seperti ini.."
"Mau ku antar kerumah sakit?"
"Tidak usah, aku malas.."
Jaejoongpun kembali ke dapur melanjutkan masaknya.. "Kau mandi sana, kau kan baru pulang.. Makanmu sedang ku buatkan bunny.."
Tanpa berkata yunho langsung pergi ke kamarnya.. Ia terlihat sangat lelah.. Yunho bergegas mandi, ia tidak butuh waktu terlalu lama untuk menyelesaikan mandinya.. Ia mengenakan piyama birunya, dan kembali turun ke bawah untuk makan malam..
Yunho dan Jaejoong makan malam berdua.. Saat itu Changmin sudah tertidur lelap, karena sangat lelah.. Di sekolah ia ada tes olahraga yang menguras banyak tenaganya..
"Memangnya kau belum makan honey?"
"Sudah tadi bersama Minnie.."
"Tumben kau makan lagi, apalagi ini sudah malam..", canda Yunho..
"Entahlah aku juga heran, aku ingin makan terus hari ini.."
"Tidak takut gendut? Hahahaha", canda Yunho..
"Ah kau ini jangan membuatku takut.. Mungkin hari ini saja aku makan banyak tidak jadi masalah..", Jaejoong menyantap makanannya dengan lahap, tanpa memikirkan batasan seberapa banyak makanannya.. Padahal gendut baginya suatu hal yang harus sangat dijauhi.. Pernah, saat ia baru saja melahirkan Changmin.. Berat badannya naik 14 kilogram.. Dari 54 kilogram menjadi 68 kilogram.. Itu sangat menjadi beban pikirannya.. Namun akhirnya dia berhasil menurunkan kembali berat badannya menjadi 55 kilogram.. Dan ia rasa berat 55 kilogram cukup ideal dengan tinggi badannya yang semampai 177 meter..
"Makanmu banyak sekali Honey, kau seperti Minnie saja.."
"Yang benar? Tidaak.. Aku harus mengukur beratku, aku harap tetap di angka 57 kilogram.. Berat segitu saja sudah membuatku terasa gendut sekali.."
Jaejoong berlari ke alat timbangnya, ia harus segera mengetahui berat badannya..
"Bunnnnyyyy!", Jaejoong berteriak, dan itu membuat Yunho sangat kaget dan mengkhawatirkannya.. Yunho langsung menghampiri Jaejoong..
"Kau kenapa?", Yunho tampak sangat panik..
"Liat itu!", Jaejoong menunjuk angka pada timbangannya.. "Beratku nambah 1 kilogram.."
"Hahahahahahaha, kau ini.. Ku kira apa, ternyata hanya ini.. Kau membuatku kaget..
"Kau bilang hanya.. Ini masalah besar.. Kau ini menyebalkan..", Jaejoong kesal..
"Iya-iya maaf.. Kalau begitu besok kita lari pagi.. Besok kan hari minggu.."
"Setuju.."
"Ya udah, makan lagi yuk..", ajak Yunho..
"Iih, gak liat aku gendut begini.."
"Hahahaha, ya udah temenin aku makan aja ya.."
Jaejoong menemani Yunho menghabiskan makan malamnya..
"Hon, aku heran.. Kau mual-mual, lalu nafsu makanmu besar, dan beratmu naik.."
"Terus?"
"Jangan-jangan kau hamil.."
"Apaaaa? Kau bercanda.."
"Ya mungkin saja, besok kita ke rumah sakit.."
"Tadi katanya mau lari pagi.."
"Nanti saja, pokoknya besok kita ke rumah sakit.."
Jaejoong hanya mengeluarkan ekspresi tidak percaya.. Dan Jaejoong membayangkan jika benar-benar dia hamil..
Yunho sudah menyelesaikan makannya.. Jaejoong merapihkan peralatan makannya.. Sedangkan Yunho menonton televisi di ruang keluarga..
"Honey ada DBSK boyband kesukaanmu itu..", teriak Yunho memanggil Jaejoong..
Jaejoongpun langsung menuju ruang keluarga dan menonton bersama Yunho..
"Kau seperti orang gila, tertawa di depan televisi..", ledek Jaejoong..
"Habis acaranya membuatku ingin tertawa.. Kau liat itu.. Hero idolamu itu menjadi putri, lalu dia jatuh tersangkut roknya.. Dan mendorong hostnya sampai terguling-guling seperti itu.. Lucu sekali.. Hahahahahaha.."
"Kau ini, kasian tau.. Kau liat Max, gara-gara anggota yang lain salah.. Dia harus terus-terusan memukul gong itu dengan kepalanya.. Pasti sakit sekali.."
"Itu lucu honey, liat Max sangat kesakitan.."
"Tidak berperasaan.. U-Know dan Xiah aneh sekali, apa yang mereka lakukan disitu.. Hanya seperti orang menari-nari.. Micky tertawa puas sekali.."
"Karena lucu tau.. Hero cantik sekali hon.. Memang seperti putri..", puji Yunho..
"Kau ini, dia kan memang pretty face.. Oh Hero my idol.. Tampannya.."
"Aku tetap lebih tampan darinya.."
"Tidaaak.. Hero yang tertampan.."
"Kalau begitu menikah saja dengannya.."
"Kalau tidak kasihan padamu, sudah dari dulu aku menikah dengannya.."
"Memangnya dia mau menikah denganmu yang lebih tua 15 tahun darinya.. Percaya diri sekali kau..", ledek Yunho..
"Mungkin saja.. Wajah dan tubuhku kan masih seperti umur 23 tahun.."
"Hahahahahahaha..", Yunho tertawa puas sekali karena mendengar perkataan Jaejoong..
"Jangan tertawa.. Tidak lucu..", Jaejoong cemberut..
"Dasar gendut.. Cepat sekali kau marah.."
"Apa katamu? Gendut.. Tuh kan aku gendut.. Pasti pipiku besar ya?", sambil memegangi pipinya..
"Tidak kok.. Aku hanya bercanda.. Kau sangat seksi.. Seperti umur 23 tahun, malah lebih muda lagi.. Kau lebih pantas jadi kakaknya Minnie, dibandingkan ibunya.."
"Yang benar?"
"Iya, kau tidak percaya sekali.."
"Tetap saja, aku harus menurunkan berat badanku.. Aku harus mengurangi jatah makanku.. Dan kau harus menemaniku lari pagi setiap minggu.. Oke!"
"Tidak setuju.. Kalau kau mengurangi jatah makanmu.. Bayi kita akan makan apa? Pokoknya kau harus minum susu,minum vitamin, makan ikan, daging, sayur, buah-buahan yang banyak.. Kita bersepeda saja jangan lari pagi, nanti perutmu terguncang..", bicara Yunho panjang lebar tanpa memberi celah Jaejoong memotong..
"Kau ini cerewet sekali.. Seperti aku benar-benar hamil saja.."
"Siapa tau.. Sudah turuti saja kata-kataku.."
"Iyaa bunnyy.."
Fan Fiction... YunJae's Family... Part 19
Di kamar begitu hening.. Yunho hanya sedang membaca buku, sedangkan Jaejoong hanya diam.. Ada hal yang Jaejoong pikirkan.. Tentang keadaannya saat ini.. Apa benar ia hamil?
"Bunnnyyy..", panggil Jaejoong mengagetkan..
"Apa?", Yunho sedikit tersentak, lalu melanjutkan bacanya..
"Bagaimana jika aku benar-benar hamil?", tanya Jaejoong tidak lepas dari pikiran tentang kehamilannya..
"Itu menyenangkan.. Setelah 17 tahun akhirnya aku bisa punya bayi lagi.."
"Kau.. Iya saat umurmu 41 tahun, kau mempunyai bayi yang baru lahir.."
"Dan berat badanmu nanti akan bertambah menjadi 80 kilogram.. Pasti itu lucu..", ledek Yunho menakuti Jaejoong..
"Itu begitu kejam, darimana lucunya.. Saat Minnie tidak sampai segitu.. Jangan mengada-mengada.."
"Hahahahaha.. Kau ini takut sekali, kalau gendut.. Sudah punya suami, anakmu sudah besar.. Masih saja genit pada penampilanmu.."
"Ini kan juga membuatmu senang.. Aku serius?"
"Memangnya kau tidak ingin punya anak lagi?"
"Ingin, tapi kan akan jadi sangat tidak lucu jika diumur 39 tahun aku melahirkan seorang bayi.. Sedangkan Minnie sudah begitu besar.. Apa pantas ia dipanggil kakak oleh adiknya yang lebih pantas jadi anaknya kelak.."
"Kau ini pikiranmu aneh-aneh saja.. Sudah jangan pikirkan itu.. Jika kau benar hamil, pikirkan saja kesehatanmu dan bayi kita.. Jika tidak, kau kan tidak perlu takut badanmu nanti akan sangat gendut.."
"Tapi aku rasa aku tidak hamil.. Aku kan menggunakan KB.. Lagipula 3 minggu yang lalu aku masih menstruasi.."
"Kalau begitu aku akan membuatmu hamil malam ini..", Yunho mengedipkan matanya.. Dan ia tertawa akan tingkahnya sendiri..
"Dasar kau ini.. Tidak akan..", sambil memicingkan matanya..
Lalu Jaejoong mematikan lampu baca disampingnya..
"Ayolah.. Kau kan istriku..", Yunho terus membujuk Jaejoong.. Namun Jaejoong menggeleng dan tetap memunggungi Yunho..
"Kau ini menjengkelkan.. Ya sudalah aku mau tidur.. Selamat malam..", Yunhopun memunggungi Jaejoong.. Jaejoong merasa kalau Yunho kesal, ia membalikan badannya dan memeluk Yunho..
"Kau jangan marah.. Hari ini aku sangat lelah.. Sebagai gantinya, jangan kau lepaskan pelukanku ya.. Selamat malam bunny.."
....
Pagi-pagi sekali Jaejoong dan Yunho pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan keadaan Jaejoong..
Setelah diperiksa, tak lama hasil tesnyapun diketahui bahwa Jaejoong negatif, dia tidak hamil.. Kemarin ia mual-mual hanya karena kurang enak badan dan terlalu kelelahan..
"Sudah ku bilang aku tidak hamil.. Kau ini berharap sekali punya anak lagi.."
"Gagal menggendong bayi deh..", Yunho sedikit kecewa karena itu..
Dokter yang memeriksa Jaejoong menahan tawanya..
"Maaf dok, suami saya kadang memang gila..", Jaejoong meledek Yunho..
"Kalian ini suami istri yang lucu.."
Jaejoong dan dokter tertawa bersama-sama.. Tapi tidak dengan Yunho dia masih dengan tampang seriusnya..
"Dok, benar dia tidak hamil?", Yunho meyakinkan lagi..
"Tidak, istri anda hanya sedang kurang sehat.. Maaf.."
Yunho tetap pada rasa kecewanya.. Akhirnya mereka pamit..
"Ya sudah kami pulang dulu.. Terimakasih dok..", mereka bersalaman..
Jaejoong dan Yunhopun meninggalkan rumah sakit..
Di mobil Yunho terus memasang wajah kecewa..
"Bun.. Sudah dong.. Kau jangan menekuk mukamu seperti itu terus.. Kan aku sudah bilang dari kemarin, aku tidak hamil.. Sudah jangan dipikirkan.. Kita kan sudah punya Minnie.. Kita menggendong bayi dari dia saja nanti..", Yunho tetap tidak menggubris perkataan Jaejoong.. Tampaknya ini membuatnya begitu kecewa.. "Bun, kau jahat sekali padaku.. Jangan diam saja.. Ayo bicara, jangan membuatku merasa bersalah padamu.. Dengan begini kan kau tidak akan melihatku dengan berat 80 kilogram.. Bunny.. Kita jadi bisa lari pagi bersama tidak perlu takut perutku terguncang..", Jaejoong tetap tidak mendapat respon apapun.. "Kau ini, sedang menyetir saja tetap bisa seperti anak kecil.. Sudahlah aku malas bicara denganmu..", Jaejoong kesal, akhirnya dia mengakhiri perkataanya yang panjang itu..
"Jangan marah seperti itu.. Jika kau seperti itu.. Semakin memupuskan harapanku untuk punya anak lagi honey..", Yunho membujuk Jaejoong agar tidak marah lagi..
"Habisnya kau membuatku seperti orang gila yang berbicara pada patung.."
"Ceritanya kan aku kecewa, kau tidak mengerti sekali.."
"Mengerti, aku bicara padamu kan untuk menghiburmu.. Kalau tidak, berarti apa yang daritadi ku bicarakan.. Sebenarnya aku atau kau sih yang tidak mengerti..",, "Pokoknya kau harus tanggung jawab, karena kau program dietku terhambat.. Besok sore kau harus temani aku ke gym..", Jaejoong memainkan alisnya.. Sambil senyum-senyum..
"Aaah kau ini, tidak ada hukuman seperti itu.. Kau ingin mati ya?"
"Kau yang ingin mati.. Apa susahnya menemaniku.. Yasudah kalau kau tidak mau.. Banyak pria tampan lain di gym, yang mau menemaniku.. Kau kira hanya kau yang tertarik padaku.."
"Jangan sampai kau lakukan itu.. Mati kau..", canda Yunho..
"Aku tidak takut sama sekali dengan ancamanmu.. Kalau tidak mau yasudah.. Kau menjengkelkan.."
"Bukan begitu honey, aku kan ada meeting besok sampe malam.. Tidak pengertian sekali kau.."
"Bilang seperti itu, jadi kan aku tidak jengkel padamu.. Kalau alasanmu seperti itu, aku kan tidak bisa memaksamu..", kesal Jaejoong.. "Mana aku tau kau ada meeting, bodoh sekali kau ini..", dumel Jaejoong dalam hati..
"Seharusnya daritadi saja ku katakan.."
"Itu salahmu sendiri.."
"Iyaa salahku.. Kau puas?"
Jaejoong tersenyum, tanda setuju..
"Tapi besok aku tetap harus ke gym, aku sudah menjadwalkannya sejak kemarin.."
"Iya, kau tetap boleh ke gym besok.."
Jaejoong senang..
Fan Fiction... YunJae's Family... Part 20
Baru sampai rumah, Yunho dan Jaejoong sudah mendapatkan muka cemberutnya Changmin..
"Kalian ini pergi tidak memberi tahuku.. Jahat sekali..", eluh Changmin..
Changmin kesal saat ia bangun, rumah sepi tidak ada satu orangpun.. Ditambah tidak ada yang memberitahunya..
"Kau ini tidur seperti orang mati tadi..", Yunho meledeknya..
"Tapi kan dady bisa memberitahuku.. Aku kan ingin ikut.. Memangnya kalian tidak ingin mengajakku?"
"Bagaimana aku memberitahumu apalagi mengajakmu.. Sedangkan kau aku bangunkan tidak bangun-bangun.. Aku baru tahu selain kau rakus, ternyata kau susah sekali dibangunkan..", Yunho memukul pelan kepala Changmin bermaksud bercanda..
"Bunny kau ini kasar sekali pada anakmu.. Tidak perlu memukulnya begitu..", omel Jaejoong yang tidak terima anaknya dipukul..
"Iya mom, sakit sekali..", Changmin mencari pembelaan pada ibunya sambil memegang kepalanya..
"Kau ini, bisa-bisanya mencari pembelaan pada mommymu.. Dasar kau.."
Changmin tersenyum tanpa dosa mendengar perkataan Yunho..
"Senyummu tidak bagus.. Kalian ini senang sekali berkomplot untuk melawanku..", Yunho sewot..
"Sudah bunny jangan seperti itu.. Kau ini, tidak malu pada Minnie? Cepat sekali marah.."
Mereka bertigapun tertawa karena hal itu..
"Memangnya kalian darimana?", tanya Changmin..
"Rumah sakit, memeriksa kandungan mommymu.."
"Kandungan? Memangnya mommy hamil? Aku akan punya adik bayi? Aku senang sekali aku akan punya adik..", Changmin begitu gembira saat mendengar Jaejoong hamil..
"Sayangnya kau tidak jadi punya adik.. Ternyata hasilnya mommymu tidak hamil.. Dady tidak jadi punya bayi lagi deh..", sambil melirik ke arah Jaejoong mencandai..
"Aah kenapa tidak jadi.. Aku kan sudah senang akan punya adik.. Aku mau adik bayi mom.. Berikan aku adik..", rengek Changmin seperti anak kecil meminta permen dari ibunya..
"Dady juga ingin.. Kau minta pada mommymu.. Permintaan dady selalu ditolak..", Yunho tertawa..
"Kalian ini apa-apaan sih.. Sudah gila.."
"Bukan aku, tapi Minnie yang minta.."
"Jadi gantian kau meminta backingan dari anakmu.. Begitu? Dasar dady yang tak tau diri.. Menyebalkan sekali kau ini..", Jaejoong kesal..
"Pokoknya adik bayi.. Aku mau adik bayi..", rengek Changmin bercanda..
"Tidak ada adik bayi..", Jaejoong menolak mentah-mentah..
"Bayi..", Changmin tetap memaksa..
"Kalau kau terus bawel seperti ini.. Mommy tidak akan memberimu makan.. Mau kau?", ancam Jaejoong dengan wajahnya yang serius..
Changmin langsung diam, tidak merengek, dan tidak cerewet lagi ketika mendengar ancaman Jaejoong..
Itu ancaman yang selalu membuat Changmin tidak berkutik..
Yunho dan Jaejoong tertawa sangat puas melihat reaksi anak laki-lakinya itu..
....
Yunho sudah selesai mandi, dan diapun segera beranjak ke tempat tidur.. Jaejoong sudah berada di tempat tidur, ia sedang membaca majalah fashion terkini.. Dia itu wanita update fashion.. Jadi selalu mengikuti perkembangan jaman..
"Bunny.."
"Apaa?", asik membaca buku..
"Lain kali jangan seperti itu pada Minnie.."
"Seperti apa?", Yunho tidak mengerti arah pembicaraan Jaejoong..
"Bicara macam-macam seperti tadi.. Kalau benar dia pengen punya adik bayi atau jika suatu saat dia minta yang lebih macam-macam lagi gimana? Nanti aku yang repot.. Kau ini.. Apa tidak memikirkan hal itu?"
"Heeii, kau ini berhadapan dengan anak umur 17 tahun.. Memangnya kau kira dia serius dengan kata-katanya.. Dia kan hanya bercanda.. Lagipula kau ini terlalu memanjakannya seperti anak 10 tahun.. Dia sudah besar.. Kau seharusnya sudah tau itu..", Yunho malah balik mengkritik dan memarahi Jaejoong..
"Selalu saja begini.."
"Apa yang selalu begini?", Yunho tidak mengerti maksud Jaejoong..
"Mengapa setiap kali aku ingin memberitahumu.. Kau selalu saja berbalik menyalahkanku.. Memang aku selalu salah dimatamu?", kesal Jaejoong..
"Kau ini sensi sekali.. Masalah seperti ini saja kau jadikan masalah.."
Akhirnya mereka berdua berdebat serius..
"Aku tanya, memangnya aku salah memanjakan anakku? Walau dia sudah sebesar apapun, tak ada masalah aku memanjakannya.. Dia anakku.. Bagiku dia tetap bayiku..", Jaejoong benar-benar kesal.. Wajahnya begitu serius..
"Itu salahmu, selalu saja menganggap Minnie seperti bayi.. Dia sudah besar.. Kalau begitu terus, dia akan tergantung padamu.. Apa kau tidak memikirkan itu?"
"Jadi caraku membesarkan Minnie itu salah menurutmu?"
"Kau ini, aku hanya bilang jangan terlalu memanjakannya.. Aku tidak menyalahkanmu.."
"Entah mengapa, kau bisa melarangku memanjakan anakku sendiri.."
"Terserahlah, apa yang mau kau lakukan pada Minnie.."
"Jadi kau melepas tanggung jawabmu.."
"Kau ini.. Susah sekali bicara denganmu.."
"Baik jika menurutmu begitu..", Jaejoong mematikan lampu bacanya dan tidur membelakangi Yunho..
"Dasar keras kepala..", Yunhopun kesal melihat tingkah Jaejoong, iapun langsung memejamkan matanya..
Mereka benar-benar bertengkar malam itu..
Tengah malam Yunho terbangun.. Saat membalikan badannya.. Dia melihat Jaejoong sedang tidur pulas.. Ia memikirkan pertengkarannya tadi..
"Aku terlalu keras padanya..", bisik Yunho pada dirinya sendiri..
"Honey..", Yunho membangunkan Jaejoong..
"Apaa?", Jaejoong terbangun namun ia tampak masih kesal..
"Maafkan aku soal tadi.. Aku begitu keras padamu..", sesal Yunho begitu dalam..
Jaejoong terdiam sejenak..
"Akupun minta maaf, seharusnya aku tidak seperti tadi.."
Yunho tersenyum.. "Seperti ini lebih baik kan?"
"Iya bunny.. Sudahlah, aku mengantuk sekali.. Sekarang kita tidur lagi.."
Mereka kembali meneruskan tidur mereka.. Namun tanpa pertengkaran dan rasa kesal di hati mereka..
No comments:
Post a Comment